4th Stratigraphy Analysis

25 03 2010

Sistem Arus Traksi Struktur Sedimen

I. PENDAHULUAN

Transport dan pengendapan sedimen dari daerah sumber ke daerah pengendapannya tidaklah dikuasai oleh jenis – jenis mekanisme transport tertentu, misal hanya arus traksi saja, dan sebagainya, tetapi selalu merupakan suatu sistem dari berbagai mekanisme, bahkan bukan hanya bersifat mekanis, tetapi juga bersifat kimiawi (Koesoemadinata, 1981). Beberapa sistem transport dan sedimentasi :

  1. 1.      Sistem arus traksi dan suspensi.
  2. 2.      Sistem arus turbid dan pekat (density current).
  3. 3.      Sistem suspensi dan kimiawi.

Cara pengendapannya sendiri menurut Rubey (1935), pertikel mengendap dari suatu aliran berdasarkan dua hukum, yaitu :

  1. Hukum Stokes                        : Berat efektif suatu pola, hal ini berlaku untuk                                  material halus.
  2. Hukum Impact            : Reaksi benturan terhadap medium, hal ini                                        berlaku untuk material kasar.

Dalam kenyataannya tiap – tiap hukum berlaku untuk besar butir tertentu. Lebih kasar besar butir yang dimiliki maka hukum Impact akan berlaku, sedang sebaliknya, makin halus besar butir yang ada maka hukum Stokes yang akan berlaku.

Selain itu juga sifat – sifat transport dan pengendapan lainnya akan mengalami perubahan – perubahan, seperti :

  1. Gerakan partikel/butir.
  2. Konsentrasi sedimen transport.
  3. Kecepatan aliran dekat dasar.
  4. Koefisien kekasaran (maningsin).
  5. Struktur sedimrn yang dibangun.
  6. Kedalaman air.
  7. Sifat permukaan air.
  8. Turbulensi.

II. SISTEM ARUS TRAKSI STRUKTUR SEDIMEN

Sebenarnya sistem ini terdiri dari 2 faktor, yaitu bed load dan suspended load, dimana diendapkan dari sistem tersendiri. Cara pengendapan bed load berhubungan erat dengan pembentukan struktur sedimen dan aliran. Konsep yang ada pada dasarnya delam pelbagai kekuatan arus (stream power) transport sedimen, pengendapan dan bentuk dasar (forms of bed roughness), berubah – ubah dan memiliki karateristik tersendiri. Bentuk dasar juga tergantung dari besar butir, 0,6 mm sebagai batas.

Traksi merupakan salah satu mekanika transportasi dan pengendapan. Mekanika transport dan pengendapan sendiri memuat beberapa bagian, antara lain :

  1. Muatan, yaitu jumlah total sedimen yang diangkut oleh suatu aliran (Gilbert, 1914).
  2. Kapasitas aliran (stream capacity), yaitu muatan maksimal yang dapat diangkut oleh aliran (Gilbert, 1914).
  3. Kompetensi aliran (stream competence), yaitu kemampuan aliran untuk mentransport sedimen dalam pengertian dimensi partikel (Twenhofel, 1950).

Traksi atau gaya gesek kritis juga dipengaruhi oleh hidraulica lift, yaitu pengangkatan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan diatas dan dibawah aliran, diukur oleh kecepatan radien dekat dasar aliran.

Berdasarkan cara/gaya mengangkut partikel ini maka transport sedimen secara massal terdapat sebagai berikut (koesoemadinata, 1981) :

  1. Rayapan permukaan (surface creep) : menggelundung.
  2. Saltasi (rolling, skipping) : meloncat dan meluncur.
  3. Suspensi.

Dari segi muatan, maka ini dibagi menjadi :

  1. Bed load (surface creep dan saltasi)
  2. Suspended load (wash load)

III. STRUKTUR SEDIMEN YANG TERBENTUK DARI ARUS TRAKSI

Arus traksi yang berlangsung mengakibatkan terbentuknya struktur sediment. Struktur sediment yang terbentuk sendiri terbagi menjadi dua, yaitu (Koesoemadinata, 1981):

  1. 1.      Rezim aliran bawah (lower flow regim), yaitu gaya tarikan lebih berpengaruh. Hal ini mengakibatkan :
    1. Terbentuk onggokan – onggokan dan scou.r
    2. Cara transport diseret dan jatuh bebas ke dalam scour.
    3. Struktur sedimen sangat ditentukan sebagai akibat dari jatuhan partikel – pertikel kedalam lubang – lubang.
    4. Sudut kemiringan dari cross laminae adalah searah dengan arah arus.
  2. 2.      Rezim aliran tinggi. Hal ini mengakibatkan :
    1. Onggokan – onggokan lebih disebabkan karena penumpukan pada endapan – endapan yang lebih awal.
    2. Cara transport menerus, karena momentum air dan secara massal.
    3. Struktur sedimen acretion terbentuk pada punggung onggokan – onggokan.
    4. Kadang – kadang mengakibatkan terbentuknya :
  • Horizontal stratification (transition)
  • Low angle cross stratification < 100. Sudut kemiringan berbanding terbalik dengan arah arus.
  • Imbricated pebbles

Dalam sistem traksi dan suspensi, maka sedimentasi terjadi dari muatan suspensi dan muatan dasar, berselang – seling atau sering pula dalam kombinasi. Kombinasi pengendapan traksi dan suspensi terutama terjadi di bagian bawah dari lower flow regim.


Actions

Information

2 responses

6 04 2011
Helna

Wahhh mkasih artikelnya. Bagus buat nambah catetan kuliah😀
kebetulan baru ngambil SA, mas geologi mana kalo boleh tau?

29 12 2011
debriadi

Saya alumni geologi UGM. Syukur kalo bisa menambah catatan kuliah. Jangan lupa cantumkan sumbernya jika mensadur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: