Gravitasi

10 03 2010

DASAR TEORI

Pada mulanya penemuan – penemuan obyek – obyek geologi, termasuk mineral – mineral ekonomis, dibawah permukaan ditemukan secara kebetulan. Ilmu kebumian terutama ilmu fisika belum berperan, sebab obyek – obyek geologi tersebut belum dipahami dengan baik, sehingga sifat – sifat fisika, serta prinsip – prinsip fisika untuk mendeteksinya belum diketahui. Setelah itu para ilmuwan kemudian menciptakan metode – metode yang salah satunya adalah metode gravitasi atau gaya berat.

Gravitasi atau gaya berat, bersama dengan magnit adalah salah satu alat dasar yang digunakan pada awal tingkatan dari eksplorasi (Sheriff, 1978, hal 3). Sedang Hochstein (1982) menjelaskan bahwa gravitasi adalah gaya yang bekerja pada suatu satuan massa dipermukaan bumi. Dalam menerapkan setiap metode geofisika untuk mengeksplorasi keadaan geologi bawah permukaan perlu diingat hukum – hukum geologi yang mengontrol keberadaan dan konfigurasi obyek – obyek geologi. Hukum dasar gravitasi dikemukakan pertama kali oleh Isaac Newton yang lebih dikenal dengan hukum Newton, yang terbagi menjadi dua hukum utama.

  • Hukum Newton I
  • Hukum Newton II

Data metode gravitasi yang ada didapatkan melalui pengukuran variasi antar titik – titik dipermukaan bumi yang saling berdekatan. Variasi ini disebabkan oleh :

  • Kondisi bumi tidak seragam
  • Kondisi bumi berbentuk bola
  • Bumi mengalami rotasi.

Tentu pengukuran data dalam mencari harga gravitasi tidak serta – merta mutlak begitu saja, banyak pengaruh dari luar. Pada suatu tempat dimuka bumi ini, harga gravitasi dipengaruhi oleh faktor :

  • Lintang
  • Elevasi
  • Topografi
  • Efek pasang surut
  • Densitas batuan

Data gravitasi yang sudah ada kebanyakan digunakan dalam mencari hidrokarbon. Gravitasi atau gaya berat ini juga digunakan dalam tingkatan selanjutnya dalam eksplorasi, seperti untuk memeriksa kebenaran interpretasi. Sebuah interpretasi harus sesuai dengan semua informasi yang ada, termasuk gravitasi. Secara umum prosedur interpretasi yang dipakai oleh ahli geofisika adalah membandingkan efek fisika terukur yang ditimbulkan oleh suatu obyek dibawah permukaan (misal kubah garam, cebakan mineral bijih, sesar, dll) dengan efek fisika tertentu dengan formula – formula dari suatu model standar.

Menurut Sheriff (1978) hal 15, dengan gravitasi kita punya keuntungan besar dalam penambahan vektor, karena kita tahu bahwa hasil net adalah dalam direksi vertikal, dengan demikian kita hanya butuh menambahkan komponen – komponen vertikal, tahu bahwa komponen – komponen horizontal akan dijumlah hingga 0. Karena itu kita hanya butuh skala penambahan dan tidak perlu menggunakan semua penambahan vektor.

Pengolahan data gravitasi meliputi konversi ke harga miligal, koreksi pasang surut, koreksi tinggi alat, koreksi drift, koreksi lintang, koreksi udara bebas, dan koreksi bouguer yang menghasilkan anomali bouguer sederhana di topografi. Biasanya anomali bouguer sederhana kemudian diproyeksikan ke suatu bidang datar dengan menggunakan metode sumber ekivalen titik massa (geosociety.com).

Penjelasannya menurut Nettleton (1940), koreksi gaya berat yang perlu dilakukan ada empat macam yaitu :

a)       Koreksi lintang

Pada koreksi ini selalu digunakan suatu titik lintang sebagai dasarnya. Untuk koreksi lintang ini dipakai konstanta K yang besarnya :

K   = 0.8122 sin2θ (mgal/km)

= 1.307 sin2θ (mgal/mil)

b)       Koreksi ketinggian

Koreksi ini dibagi lagi menjadi dua koreksi yaitu koreksi udara bebas (free air correction) dan koreksi Bouguer (Bouguer correction). Besarnya koreksi ketinggian adalah sebagai berikut :

Free air correction = 0.3086 mgal/m.(h) atau 0.09406 mgal/ft.(h)

Bouguer Correction = 0.04185 σ. h (mgal/m) atau 0.01272 σ. h (mgal/ft)

c)       Koreksi topografi (terrain correction)

Untuk koreksi ini menggunakan zona chart yang dibuat oleh Hammer (1939). Harga koreksi dari chart Hammer ini selalu ditambahkan tanpa melihat apakah ada bukit ataupun depresi di sekitar stasiun.

d)      Koreksi pasang surut

Koreksi ini dikontrol oleh adanya gaya tarik antara matahari dan bulan yang berkaitan erat dengan posisinya. Hal ini dapat mempengaruhi pengukuran yang dilakukan dengan gravimeter dikarenakan posisi bulan dan matahari dapat menyebabkan pasang surutnya air laut sehingga koreksi ini perlu dilakukan.


Actions

Information

2 responses

13 04 2011
gede

ijin nyontek ya mas

29 12 2011
debriadi

jangan lupa ditambahkan sumbernya didaftar pustaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: