2nd Stucture Geology

6 03 2010

Klasifikasi Lipatan (Billings;1986)


  • Berdasarkan bentuk penampang tegak :

Lipatan simetri :lipatan dimana axial plane-nya vertikal

Lipatan asimetri :lipatan dimana axial plane-nya condong

Overturned fold :lipatan dimana axial plane-nya condong dan kedua sayapnya miring ke arah yang sama dan biasanya pada sudut yang berbeda

Recumbent fold :lipatan dimana axial plane-nya horizontal

Vertical isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya vertical

Isoclined isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya condong

Recumbent isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya horizontal

Chevron fold :lipatan dimana hinge-nya tajam dan menyudut

Box fold :lipatan dimana crest-nya luas dan datar

Fan fold :lipatan dimana sayapnya membalik

Monocline :lipatan dimana kemiringan lapisan secara lokal terjal

Structure terrace :lipatan dimana kemiringan lapisan secara lokal dianggap horizontal

Homocline :lapisan yang miring dalam satu arah pada sudut yang relatif sama

  • Berdasarkan intensitas lipatan :

Open fold :lipatan yang lapisannya tidak mengalami penebalan atau penipisan karena deformasi yang lemah

Closed fold :lipatan yang lapisannya mengalami penebalan atau penipisan karena deformasi yang kuat

Drag fold :lipatan-lipatan kecil yang terbentuk pada sayap-sayap lipatan yang besar akibat terjadinya pergeseran antara lapisan kompeten dengan lapisan tak kompeten

En enchelon fold :beberapa lipatan yang sifatnya lokal dan saling overlap satu dengan yang lain

Culmination dan depression :lipatan-lipatan yang menunjam pada arah yang berbeda, sehingga terjadi pembubungan dan penurunan

Anticlinorium :yaitu antiklin mayor yang tersusun oleh beberapa lipatan yang lebih kecil

Synclinorium :yaitu sinklin mayor yang tersusun oleh beberapa lipatan yang lebih kecil

  • Berdasarkan sifat lipatan dan kedalaman :

Similar fold :lipatan yang tiap lapisannya lebih tipis pada sayapnya dan lebih tebal pada hinge-nya

Paralel/concentric fold :lipatan dengan anggapan bahwa ketebalan lapisan tidak berubah selama perlipatan

Pierching/diaphiric fold :lipatan dimana intinya yang aktif telah menerobos melalui batuan diatasnya yang lebih rapuh

Supratenuous fold :lipatan yang terbentuk karena adanya perbedaan kompaksi sedimen pada saat pengendapan terjadi di punggung bukit

Disharmonic fold :lipatan yang bentuknya tak seragam dari lapisan ke lapisan

  • Berdasarkan kedudukan axial surface dan hinge line :

Horizontal normal :lipatan dimana kedudukan axial surface vertikal dan hinge line horizontal

Plunging normal :lipatan dimana kedudukan axial surface vertikal dan hinge line menunjam

Horizontal inclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line horizontal

Plunging inclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line menunjam, tetapi jurus axial plane miring terhadap sumbu lipatan

Reclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line menunjam, tetapi jurus axial plane tegak lurus terhadap sumbu lipatan

Vertical :lipatan dimana kedudukan axial surface dan hinge line vertical

Recumbent :lipatan dimana kedudukan axial surface dan hinge line horizontal


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: