Geomagnet

10 03 2010

I. MAKSUD & TUJUAN

Maksud : Untuk menghitung nilai anomali medan magnet pada suatu daerah dan membuat peta anomali intensitas magnetik total.

Tujuan : Untuk menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan data anomali magnetik.

II. DASAR TEORI

Pada mulanya penemuan – penemuan obyek – obyek geologi, termasuk mineral – mineral ekonomis, dibawah permukaan ditemukan secara kebetulan. Ilmu kebumian terutama ilmu fisika belum berperan, sebab obyek – obyek geologi tersebut belum dipahami dengan baik, sehingga sifat – sifat fisika, serta prinsip – prinsip fisika untuk mendeteksinya belum diketahui. Setelah itu para ilmuwan kemudian menciptakan metode – metode untuk melakukan survey yang salah satunya adalah survey geomagnet.

Dalam survey geomagnet sendiri diperlukan pengertian dasar-dasar fisika tentang kemagnetan, antara lain:

  1. Garis gaya adalah suatu garis yang arahnya disetia titik menunjukkan arah kuat medan di titik tersebut.
  2. Gaya magnet (F) adalah gaya tarik-menarik atau tolak-menolak dari dua kutub magnet (m1 , m2) yang berjarak r. Hukum Coloumb menyatakan   F = m1 . m2 / ( u.r2 ) dimana adalah konstanta permeabilitas magnet.
  3. Kuat medan magnet (H) adalah gaya per satuan kuat kutub magnet yang bekerja terhadap suatu kutub kecil (m`)       H = F / m` = m / ( r )
  4. Momen magnet (M) adalah besaran vektor yang memanjang dari kutub negatif  ke kutub positif.
  5. Intensitas magnetik (I) merupakan momen magnet per satuan volume. Intensitas magnet ini sebanding dengan kuat medan magnet dan arahnya searah dengan medan magnet yang menginduksi.
  6. Susceptibility / kerentanan magnetik (k) merupakan tingkat kemagnetan suatu benda untuk termagnetisasi.                        I = kH

Newton ( __ ), menduga bahwa akibat perputaran pada sumbunya, bumi tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan berbentuk ellipsoid, mendatar pada kutub – kutubnya. Dalam tinjauan kemagnetannya, bumi dapat dianggap bola yang termagnetisasi, kutib magnet selatan mengeluarkan garis gaya dan diterima kutub magnet utara, dengan kedua kutub utara dan selatan tersebut terletak kira – kira pada 750 LU, 1010 BB dan 670 LS, 1430 BT.

Besarnya medan magnet bumi merupakan gabungan dari tiga jenis medan magnet utama, yaitu:

1. Medan Utama

Berasal dari dalam bumi sendiri yang variasinya terhadap waktu berubah lambat dan kecil. Perubahan ini dikenal dengan variasi sekuler, yang disebabkan oleh berpindahnya kutub-kutub magnet bumi. Pergeseran ini sebesar 1/10o pertahun ke arah barat, pada garis khatulistiwa kira-kira 6 km per tahun. Karena perubahan yang lambat maka pengaruh terhadap pengukuran anomali medan magnet lokal dapat diabaikan.

2. Medan Luar

Berasal dari luar bumi, mempunyai variasi terhadap waktu yang lebih cepat. Hanya memberikan sumbangan 1% saja dalam medan magnet bumi, terutama:

  • Variasi harian

Penyebabnya berhubungan dengan interaksi antara radiasi matahari dengan lapisan ionosfer bumi. Variasi ini berperiode dalam 24 jam dan nilainya berkisar antara 10 – 50 T.

  • Badai magnetik

Penyebabnya adalah partikel-partikel yang dilepas oleh matahari. Badai magnetik dapat berlangsung dalam beberapa jam bahkan sampai beberapa hari, periodenya sampai 27 hari. Nilainya dapat mencapai         500 T. Oleh karena itu pada saat badai ini terjadi pengukuran yang dilakukan akan menjadi tidak valid.

3. Medan Anomali (anomalous field)

Berasal dari anomali magnet lokal di dekat permukaan kerak bumi dan relatif konstan terhadap waktu maupun posisi. Penyebabnya adalah karena perbedaan komposisi mineral yang bersifat magnetik.

About these ads

Actions

Information

8 responses

11 03 2010
trisna dwi

gud job brader, kayanya jago fisika nih…bisa buat referensi skripsiku. thx

25 04 2010
Desti Zalukhu

percaya gag kalo nilai medan magnet bumi tu bervariasi d stiap lokasi, misalnya di daerah dataran tinggi, dataran rendah n dataran sedang…??? mengapa???

thx

25 04 2010
debriadi

benar sekali, medan magnet bumi memang berubah – ubah, seperti penjelasan diatas, hal tersebut disebabkan karena medan magnet bumi berasal dari 3 jenis medan magnet, yaitu utama (main field), luar (external field) dan anomali atau lokal (crustal field). untuk perubahan yang signifikan pada stiap morfologi yang ada pada satu daerah yang sama belum pernah saya alami.

24 05 2010
Desti Zalukhu

iy sich…

menurut anda, bagaimana perbandingan nilai medan magnet bumi di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi? mana yang lebih besar nilai medan magnetnya, n mengapa?

thx..

30 05 2010
Desti Zalukhu

yahh.. comment q blm d blz.. hiks hiks hiks hiksss… ^_^…

31 05 2010
debriadi

owh maaf…sebenarnya pertanyaan anda sudah masuk ke jawaban saya pertama, bahwasanya untuk perubahan yang signifikan pada stiap morfologi yang ada pada satu daerah yang sama belum pernah saya alami. sehingga untuk jawaban pastinya belom bs saya berikan…

tp logikanya, karena dataran rendah, sedang, dan tinggi tersebut masih pada satu daerah yang sama, jarak antar ketiganya yang relatif dekat, maka blom terdapat perbedaan besar nilai medan magnet yg signifikan…

apakah jawabannya sudah memuaskan?

7 06 2010
DestiZalukhu

maksud saya d daerah yang berbeda… misal nya daerah pantai (dataran tinggi), dataran sedang dan daerah pegunungan (dataran tinggi).. apakah dgn jarak r yg ada bisa kita simpulkan bahwa semakin bsr r maka nila medan magnet bumi jg semakin besar..?

11 05 2013
kheruna

didalam magnetic reader yg berwrna merah lebih kuat dari oren&kuning..bermksud merah mempunyai ssuatu objek yg besar di bawah…tahap kemagnetan wrna merah lebih tinggi dari warna yg lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: